Yuk menulis mimpi dan berani bermimpi!
Postingan ini ditulis saat Aku sedang duduk di bangku kamar asrama yang kini menjadi tempatku tidur, setidaknya untuk beberapa bulan ke depan. Masih hangat di ingatan, awal masuk kuliah saat ditanya apa yang ingin dicapai selama berkuliah di kampus Aku menjawab ingin bergabung dengan suatu komunitas dan bisa berkesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar.
And here I am.
Kamu dimana? Korea Selatan, di salah satu kampus swasta di Seoul. Korea kondisinya dengan adanya COVID-19 gimana? Tidak gimana-gimana. Boleh hubungi Aku aja deh di salah satu sosial media yang tercantum di link carrd-ku.
Mari kembali bicarakan apa yang sudah aku tulis di judul. Apa hubungannya dengan yang Aku tulis di awal dengan judul di atas? Jadi gini...
Sejak tahun 2016 setelah aku lulus SMA dan sempat kuliah di salah satu universitas negeri, aku punya sebuah buku yang mana jadi salah satu tempat mencatat mimpi ku. Aku tidak bisa bilang itu sebuah daftar goal yang ingin dicapai, karena lebih masuk kalau dibilang daftar impian ʸᵃⁿᵍ ᵈⁱʸᵃᵏⁱⁿⁱ, ᵈⁱᵈᵒᵃᵏᵃⁿ, ᵈᵃⁿ ᵈⁱᵘˢᵃʰᵃᵏᵃⁿ ʲᵃᵈⁱ ᵏᵉⁿʸᵃᵗᵃᵃⁿ. Awalnya karena iseng, waktu itu baru masuk dan merasa masih ingin memperjuangkan jurusan kuliah yang diinginkan. Waktu ospek ikut sejenis talk show yang merupakan bagian dari rangkaian ospek, nah di situlah ada inspirasi untuk mulai menulis mimpiku. Di semester dua, aku memilih drop out karena satu dan banyak hal yang salah satunya ya karena ingin mengejar mimpi masuk di jurusanku. Demi menyemangati diri, aku kembali menuliskan mimpi-mimpiku lagi. Bisa dibilang, semacam tiap 6 bulan sekali menuliskan mimpi-mimpiku sejak aku kuliah. Lalu saat Aku berhasil menggapai impian dengan masuk di jurusanku, barulah aku sadar apa-apa yang ada di dalam buku yang Aku tulis, sebagian sudah ada yang memang terlaksana. Sejak itu, Aku semakin meyakini apa yang ditulis, masih bisa ada kesempatan terwujud! Entah sesuai mimpi, tertunda, atau diganti Tuhan dengan yang lain.
------------------------------------------------------------•*☆*•
Berdasarkan teori, evaluasi diri atas kemajuan tujuan (goal) yang memuaskan dapat meningkatkan efikasi diri dan tujuan yang tercapai dapat menuntun untuk menetapkan tujuan baru yang mungkin lebih menantang1. Efikasi diri itu sendiri pengertiannya adalah keyakinan seseorang bahwa ia dapat berhasil menjalankan perilaku yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu2. Dari teori-teori itu, di kenyataannya yang Aku alami sendiri, benar terbukti. Ketika menyadari ada mimpi yang telah tercapai itu membuat suatu kebanggaan tersendiri. Sungguh, waktu pertama kali tahu itu, Aku jadi bertekad setidaknya setiap semester genap, Aku akan menulis ulang mimpi-mimpiku. Prinsipnya, Aku yakin akan ada setidaknya satu dari mimpi yang Aku tulis dapat tercapai.
Apa yang Aku tulis? Banyak. Aku benar-benar tidak membatasi apa yang kutulis. Beberapa mungkin memang cenderung bagi sebagian orang akan mengatakan, "Delusi! Khayal banget!". Tapi, apakah Aku perduli? Oh tentu tidak. Nilai yang ku anut nomor satu adalah Aku percaya Tuhanku. Tidak ada yang tidak mungkin jika memang Ia berkehandak. Jadi... TULIS. Apapun itu. "Aduh gimana caranya tercapai ini mah?!", begini, lagi-lagi prinsipku adalah TULIS dan YAKIN dulu. Kemudian usahakan yang di dalamnya, kalau Aku pribadi, ada doa. Ingat, tidak boleh ragu! Mimpi itu gratis, tuliskan saja dan aamiin-kan.
Salah satu hal yang penting juga untuk diperhatikan adalah sebisa mungkin untuk menuliskan secara spesifik. Karena tujuan yang dibuat secara spesifik dapat meningkatkan kinerja yang lebih besar dari jumlah usaha yang diperlukan untuk sukses dan kepuasan yang diharapkan. Selain itu juga dapat meningkatkan efikasi diri3. Contohnya gimana sih emang?
Liburan 2020, bulan Juni, tanggal 28, merayakan ulang tahun Kanggun
8 April 2020 merayakan ulang tahun EXO di SM Coex
dst.
Terserah. Mau nulis apa, sespesifik apa, terserah. Dalam penulisan mimpi-mimpi, Aku suka menggunakan "ekspresi" dengan menambahkan gambar, bulpoin warna-warni, penggunaan emoji atau apapun lah yang sekiranya membuat senang. Karena nantinya, Aku akan membuka dan membaca ulang mimpi-mimpi yang telah Aku tulis serta memberi tanda mana yang sudah tercapai. Banyak mimpi yang Aku tulis ulang karena memang belum tercapai, tapi juga ada yang harus dihapus karena berbagai alasan. Yang jelas, Aku sangat menikmati dalam proses penulisan mimpi-mimpiku. Semoga siapapun yang membaca tulisan ini juga ikut tertarik untuk mencoba.
Trust me, it's satisfying to re-read the dreams you wrote.
------------------------------------------------------------•*☆*•
sumber
1. Schunk, D. H. (1990). Goal setting and self-efficacy during self-regulated learning. Educational psychologist, 25(1), 71-86.
2. Weinberg, R., Gould, D., & Jackson, A. (1979). Expectations and performance: An empirical test of Bandura's self-efficacy theory. Journal of Sport and Exercise Psychology, 1(4), 320-331.
3. idem (1)



